Senin, 17 Maret 2014

TUGAS KE-2 KOMUNIKASI POLITIK


POLITISI & PENCITRAAN
 
RUHUT SITOMPUL
Ruhut Sitompul, S.H. (lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Maret 1954 adalah seorang pengacara, pemeran sinetron, dan politikus Indonesia.

BIOGRAFI
Ruhut adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia menyelesaikan pendidikan akademiknya di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1979. Ia termasuk sosok pengacara yang siap menangani kasus-kasus yang berbau kontroversial dan kurang populer di masyarakat. Salah satunya adalah bersama-sama dengan pengacara Hotma Sitompul, menjadi pengacara Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung, dan juga sejumlah yayasan milik mantan Presiden Soeharto saat semua orang menghujat Orde Baru.

Nama Ruhut melejit berkat perannya sebagai tokoh pongah Poltak yang mengaku Raja Minyak dari Tarutung di sinetron Gerhana. Ruhut juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat
PENCITRAAN
Ruhut Sitompul, kita semua pasti mengetahui sosok Ruhut sebagai politisi partai demokrat, pengacara juga seorang aktor. Peran nya di dunia politik membentuk pencitraan di mata publik dari segi positif hingga negatif.
Ruhut tak jarang membuat sebuah kontroversi yang menjadi pemberitaan hangat dan diliput media massa. Karakter yang selalu emosional setiap kali beradu argumen. 

Kita semuanya tahu perilaku buruk Juru Bicara (Jubir) Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul. Dia dianggap sering menyerang lawan politik dengan berbagai cara. Salah satunya yang paling sering dia lakukan adalah dengan mengeluarkan pernyataan berbau rasisme dan kasar.
sosok Ruhut justru diberi tempat sebagai Jubir partai. Padahal sikap Ruhut yang emosional dan tak jarang mengeluarkan pernyataan kontroversi berbau rasisme dan kasar. Hal tersebut bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap PD sekaligus SBY (Ketua Umum DPP PD, Susilo Bambang Yudhoyono).

Menurut saya Ruhut lebih cocok menjadi publik figur daripada menjadi politisi, karena ucapan nya terkadang tidak melihat tempat dan sebagai wakil rakyat tidak cocok untuk menjadi panutan.


Selain pencitraan yang negatif tentang ruhut sitompul, dari pencitraan positfnya, Ruhut membela orang yang dianggap menjadi panutannya, seperti Akbar Tanjung dalam dugaan korupsi meskipun melawan opini publik. Kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus Bank Century. Ruhut membela  tanpa kenal malu, meskipun membuatnya semakin tidak disukai oleh lawan-lawan politik SBY dari partai lain, termasuk lawan politik SBY di Partai Demokrat sendiri. Setiap kali SBY curhat ke pers soal partai yang dibidaninya, selalu Ruhut lah yg tampil paling depan membelanya. Meskipun kadang-kadang dianggap orang caranya tidak selalu pas.

Ruhut, juga salah satu anggota DPR yang membela KPK. Ruhut, selalu berusaha ikut memperjuangkan pemberantasan korupsi di rapat-rapat Komisi III.
Ruhut perlu mengevaluasi diri, apakah menjadi politisi sesuai dengan bakat dan panggilannya? Kalau tidak, lebih baik Ruhut kembali ke habitatnya semula sebagai publik figur yang sangat populer dan dikagumi oleh banyak orang.